Selasa, 26 Juli 2011

Pengertian Dioda

Dioda adalah sambungan bahan p-n yang berfungsi terutama sebagai penyearah. Bahan tipe-p menjadi sisi anode sedangkan bahan tipe-n menjadi katode. Bergantung pada polaritas tegangan yang diberikan kepadanya, diode bisa berlaku sebagai sebuah saklar tertutup (apabila bagian anode mendapatkan tegangan positif sedangkan katodenya mendapatkan tegangan negatif) dan berlaku sebagi saklar terbuka (apabila bagian anode mendapatkan tegangan negatif sedangkan katode mendapatkan tegangan positif). Kondisi tersebut terjadi hanya pada diode ideal-konseptual. Pada diode faktual (riil), perlu tegangan lebih besar dari 0,7V (untuk diode yang terbuat dari bahan silikon) pada anode terhadap katode agar diode dapat menghantarkan arus listrik. Tegangan sebesar 0,7V ini disebut sebagai tegangan halang (barrier voltage). Diode yang terbuat dari bahan Germanium memiliki tegangan halang kira-kira 0,3V.


Macam-macam diode dan simbolnya

Secara umum semua diode memiliki konstruksi dan prinsip kerja yang sama. Macam-macam diode pada dasarnya terbentuk oleh sambungan PN yang secara fisik diode dikenali melalui nama elektrodenya yang khas yaitu : anode dan katode. Diode dibedakan menurut fungsinya, disini dalam refresentasi simbolik dilukiskan secara berbeda demikian pula karakteristiknya.

Rectifier Diode :  berfungsi sebagai penyearah
Rectifier Diode
Rectifier Diode
Zener Diode : berfungsi sebagai regulator


Zener Diode
Zener Diode
LED : berfungsi sebagai indikator dan display
Foto Diode : berfungsi sebagai sensor cahaya
Foto Diode
Foto Diode

Schothly Diode : berfungsi sebagai saklar kecepatan tinggi
Schothly Diode
Schothly Diode
Tunnel Diode : berfungsi sebagai osilator
Tunnel Diode
Tunnel Diode
Varaktor Diode : berfungsi sebagai pengganti variable kapasitor
Varaktor Diode
Varaktor Diode

0 komentar:

Poskan Komentar